Pengaruh Harga dan Sosial Media Instagram Terhadap Minat Beli Generasi Z DI Teras Jahe, Bintaro
Saat ini jamu tradisional telah mengalami transformasi menjadi produk modern
seperti produk jamu yang ada di kafe Teras Jahe dengan harga yang bervariatif,
tidak hanya untuk kaum muda tetapi juga untuk orang tua dengan menawarkan
pengalaman kafe yang unik. Generasi saat ini memiliki akses luas melalui informasi
yang tersedia untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang jamu. Berbeda dengan
masa lalu di mana pengenalan jamu masih terbatas pada metode "cekok" yang
kurang diterima oleh generasi muda, sosial media seperti instagram kini memainkan
peran penting dalam memfasilitasi pengusaha jamu untuk memperkenalkan produk
tradisional yang diadaptasi secara modern kepada khalayak yang lebih luas. Pada
penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini
menggunakan sampel sebanyak 100 responden dengan total pernyataan 15
pernyataan. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100
orang. Penentuan jumlah sampel mengikuti rumus Slovin. Penelitian ini
menggunakan pendekatan random sampling dengan menyebarkan kuesioner yang
menggunakan skala Likert. Analisis data dari kuesioner dilakukan dengan
perangkat lunak SPSS versi 25. Berdasarkan Uji Korelasi dan Uji Koefisien
Determinasi, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang Sangat kuat antara Harga
dengan Minat Beli (r = 0. 842) dan antara Sosial Media Instagram dengan Minat
Beli (r = 0. 844). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang memiliki
pengaruh paling kuat terhadap Minat Beli adalah Sosial Media Instagram.