NOMADIC TOURISM MANAGEMENT: PENGARUH E-WOM,
KOMPONEN DAYA TARIK 4A (ATTRACTION, ACCESSIBILITY,
AMENITIES, ANCILLARY) SERTA PERSEPSI RISIKO TERHADAP
MINAT BERKUNJUNG DIGITAL NOMAD
KE DKI JAKARTA DAN BALI
Pada tahun 2022 pasca pandemi COVID-19 pemerintah Indonesia melakukan
penerimaan wisatawan mancanegara secara berkala. Setelah pembukaan secara
berkala dengan peraturan dan protokol yang diterapkan sebagai syarat, angka
kunjungan wisatawan mancanegara mulai bertambah setelah sempat turun dratis
di tahun 2020-2021 namun jumlahnya belum sebanyak dahulu saat wabah Corona
belum menyebar di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
electronic word of mouth (e-WOM), Komponen Daya Tarik 4A (Attraction,
Accessibility, Amenities, Ancillary) serta Persepsi risiko wisatawan mancanegara
khususnya Digital Nomad, terhadap minat berkunjung ke DKI Jakarta dan Bali
sebagai destinasi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan kuantittatif,
dengan menyebarkan kuesioner kepada 140 responden yakni wisatawan digital
nomad yang belum pernah berkunjung ke Indonesia pada saat pandemi atau pasca
pandemi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik dan diolah dalam bentuk
angka menggunakan metode SEM-PLS versi 4. Hasil penelitian menunjukan
bahwa, e-WOM dan Komponen Daya Tarik 4A (Attraction, Accessibility,
Amenities, Ancillary) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat
berkunjung digital nomad. Persespsi risiko memoderasi secara negatif
(memperlemah) pengaruh positif dan signifikan e-WOM terhadap minat
berkunjung. Demikian juga Persepsi risiko memoderasi secara negatif
(memperlemah) pengaruh negatif dan tidak signifikan Komponen Daya Tarik 4A
(Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) terhadap minat berkunjung.
Penelitian ini memberikan beberapa saran kepada pemerintah dan pelaku
pariwisata, begitu juga rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.