PENGARUH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN
KEARIFAN LOKAL TERHADAP TATA KELOLA DESA
WISATA TANJUNGJAYA KABUPATEN PANDEGLANG
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1). pengaruh Pemberdayaan
Masyarakat terhadap Tata Kelola Desa Wisata Tanjungjaya. 2). pengaruh
Kearifan Lokal terhadap Tata Kelola Desa Wisata Tanjungjaya. 3). mengetahui
pengaruh Pemberdayaan Masyarakat dan Kearifan Lokal secara simultan terhadap
Tata Kelola Desa Wisata Tanjungjaya. Penelitian ini menggunakan Analisis
pendekatan kuantitatif dengan metode angket atau penyebaran kuesioner,
Pembatasan kriteria pada penelitian ini merupakan responden masyarakat desa
wisata Tanjungjaya, sampel yang diuji sebanyak 100 orang, penelitian ini
menggunakan metode analisis Demografi, Uji validitas, Uji Reliabilitas, Analisis
Deskriptif, Uji Mean, Uji korelasi, Uji Determinasi (R), Uji Regresi Sederhana,
Uji Regresi berganda, Uji T dan Uji F Dengan menggunakan SPSS Versi 27.
Hasil pada uji validitas seluruh pernyataan variabel X1, X2 dan Y dinyatakan
VALID dengan hasil R hitung lebih besar dari R tabel (0,196). Seluruh pernyatan
variabel X1, X2 dan Y dinyatakan RELIABEL sesuai kriteria dimana lebih besar
dari kriteria ≥ 0,60. Determinasi (R2) adalah 0,884 (R Square), dan dilakukan
pengujian determinasi yaitu dengan pengujian 0,884 x 100 = 88,4%. Maka dapat
dinyatakan pengaruh pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal berpengaruh
secara simultan terhadap variabel tata kelola Desa Wisata Tanjungjaya dengan
nilai determinasi 88,4%. Dan hasil pengujian hipotesis pertama, atau H1,
dilakukan dengan menggunakan olah data SPSS versi 27. Diketahui bahwa nilai
T-Hitung pada pemberdayaan masyarakat sebesar 6.506. T-Hitung dan T-Tabel
ditemukan bahwa 6.506 dari 1.984. Karena nilai T-hitung lebih besar daripada Ttabel,
dapat
disimpulkan
bahwa
H1
diterima.
Hasil
dari
pemberdayaan
masyarakat
H1
(X1) memiliki pengaruh terhadap tata kelola desa wisata (Y). Dan hasil
pengujian hipotesis kedua, atau H2: Hasil olah data dengan SPSS versi 27
menunjukkan bahwa nilai T-Hitung untuk kearifan lokal adalah 6.079
Perbandingan dilakukan antara T-Hitung dan T-Tabel, yang menunjukkan bahwa
6.079 lebih besar dari 1.984. Karena nilai T-Hitung lebih besar daripada T-Tabel,
dapat disimpulkan bahwa H2 diterima. Oleh karena itu, hasil kearifan lokal (X2)
memiliki pengaruh terhadap tata kelola desa wisata(Y).
hasil dari F hitung>F tabel yaitu 370.469 > 3,090 maka secara simultan terdapat
pengaruh variabel Pemberdayaan Masyarakat (X1) dan Kearifan Lokal (X2)
terhadap variabel Tata Kelola (Y).
Kata Kunci (Key Words): Pemberdayaan Masyarakat, Kearifan Lokal, Tata
Kelola.