PENGARUH PENGAWASAN, DISIPLIN KERJA, DAN
MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL
INTERVENING (Studi Kasus: El Hotel Royal Banyuwangi, Aston Banyuwangi, Illira Hotel
Banyuwangi, dan Kokoon Hotel Banyuwangi)
Industri pariwisata yang berkembang pesat di Indonesia, khususnya di
Banyuwangi, meningkatkan kebutuhan hotel berbintang untuk menawarkan
pengunjung tidak hanya tempat tinggal yang nyaman tetapi juga pengalaman
layanan yang luar biasa. Kinerja karyawan hotel sangat penting untuk mencapai
hal ini. Faktor-faktor seperti disiplin kerja, pengawasan, dan motivasi sangat
penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja,
pengawasan, dan motivasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja
sebagai variabel intervening. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data
primer. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengambil data pada 4 hotel
di Banyuwangi yatu El Hotel Royal Banyuwangi, Aston Banyuwangi, Illira Hotel
Banyuwangi, dan Kokoon Hotel Banyuwang sebanyak 77 responden. Teknik
pengambilan sampling yang digunakan yaitu teknik proportional random
sampling, artinya pengambilan sampel proporsional dilakukan dengan mengambil
subjek dari masing-masing Hotel. Metode analisis ini menggunakan software
SmartPLS 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan memiliki
pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, disiplin kerja
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi
kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Pengawasan memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan
kerja, disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan
kerja, motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
kepuasan kerja dan kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan dan signifikan
terhadap kinerja karyawan. Pengawasan dan motivasi kerja tidak dapat
berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan tanpa adanya kepuasan kerja
sebagai variabel mediasi. Sedangkan disiplin kerja berpengaruh langsung terhadap
kinerja karyawan dengan adanya kepuasan kerja sebagai variabel mediasi.