PENGARUH PEMASARAN MEDIA SOSIAL DAN SUASANA
TOKO TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA
TOMORO COFFEE BINTARO TANGERANG SELATAN
Kopi menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, terus menjadi
minuman populer di berbagai kalangan masyarakat. Pertumbuhan kedai kopi yang
signifikan tersebut menunjukkan bahwa preferensi orang untuk membeli kopi
telah meningkat. Termasuk di Indonesia data peningkatan produksi dan bisnis
kopi terus mengalami peningkatan dan daya saing masing-masing yang memiliki
karakteristik unik untuk menjadi incaran konsumen di luar sana. Kedai kopi
ataupun biasa disebut Cafe ataupun Coffee shop berkembang tumbuh menjadi
bagian dari lifestyle bagi Generasi Z. Dengan berkembangnya teknologi, kedai
kopi banyak mengggunakan social media untuk kebutuhan promosi produk dan
menciptakan suasana kedai kopi yang lebih menarik dan nyaman bagi customer.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pemasaran Media
Sosial dan Suasana Toko terhadap Keputusan Pembelian salah satu coffee shop
yaitu Tomoro Coffee Bintaro Tangerang Selatan. Metodologi dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100
Responden dengan teknik penentuan sampel menggunakan rumus slovin yang
kemudian valid untuk diolah. Populasi pada penelitian ini merupakan customer
yang mengunjungi dan membeli Tomoro Coffee Bintaro Tangerang Selatan.
Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari metode pengujian
validitas, pengujian reliabilitas, analisis statistik deskriptif, pengujian koefesien
korelasi, pengujian koefesien determinasi, pengujian regresi linier sederhana,
pengujian regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan spss versi 29.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang dilakukan pada variabel
Pemasaran Media Sosial dan variabel Suasana Toko berpengaruh positif secara
parsial dan simultan terhadap variabel Keputusan Pembelian. Kontribusi Variabel
Pemasaran Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian sebesar 74.2%, variabel
Suasana Toko sebesar 81.3%, sedangkan kedua variabel secara bersama-sama
berkontribusi sebesar 84.1%, terhadap Keputusan Pembelian konsumen.