PELESTARIAN RAWON NGULING (VERSI FAJAR) SEBAGAI NILAI TAMBAH PADA PENGEMBANGAN WISATA KULINER TRADISIONAL INDONESIA
Dari hasil penelitian, bumbu rawon Nguling standar (bumbu rawon Nguling-Fajar) yang dibekukan hingga selama 15 hari dalam skala penelitian, terbukti dapat dihasilkan bumbu Rawon Nguling dengan kualitas rasa, bau/flavor, dan warna yang tidak berbeda dari bumbu Rawon Nguling standar segar. Dalam bentuk bumbu yang dibekukan, maka bumbu Rawon Nguling menjadi lebih praktis, lebih tahan lama disimpan, dan memungkinkan untuk dilestarikan. Dari hasil analisa proksimat, rawon Nguling merupakan makanan dengan kompisisi gizi yang lengkap, terutama sebagai pemenuhan kebutuhan protein hewani sebesar 52,2% dari AKG. Selain itu, bumbu-bumbu dalam masakan rawon Nguling juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang baik untuk menjaga kesehatan, di antaranya antioksidan, antimikrobia, antidiabetes, antitumor, dan fungsi lainnya.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1263620090
Penerbit
Jakarta :
Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.,
2015