Ditulis berdasarkan Catatan Jurnal seorang Fabian, mnusia dengan segudang misteri dalam dirirnya. Warna-warni pelangi dalam hidupnya sirna oleh ambisi yang merasuki dirinya. \r\n\r\nAda urusan yang belum selesai. Tentang rindu yang selalu menusuk dadanya setiap detik, harapan yang tergantung setinggi langit, perasaan yang kian membuncah, tapi sulit untuk diungkapkan, tentang arah yang belum bisa dipahami dengan pasti alurnya, dan tentang akhir untuk sebuah awal usai menyambuk selamat datang pada penyesalan, kini Fabian merindukan sosok pelangi hidupnya.