PENGARUH PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN BERBASIS CHSE DAN COVID-19 RISK PERCEPTION (PERSEPSI RISIKO COVID-19) TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI DI MUSEUM MACAN JAKARTA
Pandemik Covid-19 memberikan dampak untuk sektor pariwisata di Indonesia
dengan menurunkan devisa negara. Pandemik juga memunculkan suatu persepsi di
masyarakat yang dikenal dengan Covid-19 Risk Perception yaitu pemahaman subjektif
seseorang tentang bahaya dari Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif mengeluarkan kebijakan Penerapan Protokol Kesehatan berbasis
CHSE sebagai upaya dalam memberi dukungan pembukaan destinasi-destinasi dengan
wisatawan tetap merasa aman dan nyaman saat berkunjung. Museum Macan Jakarta
adalah museum seni di Jakarta yang sebelumnya sempat tutup dan saat ini kembali
buka dengan menerapkan Penerapan Protokol Kesehatan berbasis CHSE. Oleh karena
itu, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari
Penerapan Protokol Kesehatan berbasis CHSE (X1) dan Covid-19 Risk Perception
(X2) terhadap Minat Berkunjung Kembali di Museum Macan Jakarta. Uji yang
dilakukan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif,
uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi, uji regresi linear sederhana, uji regresi
linear berganda, dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa terdapat
pengaruh antara Penerapan Protokol Kesehatan berbasis CHSE (X1) terhadap Minat
Berkunjung Kembali (Y) memberikan pengaruh sebesar 10,1%. Adapun, Covid-19
Risk Perception (X2) memberikan pengaruh terhadap Minat Berkunjung Kembali (Y)
sebesar 0,2%. Selanjutnya, Penerapan Protokol Kesehatan berbasis CHSE dan Covid-
19 Risk Perception memberikan pengaruh sebesar 10,2% terhadap Minat Berkunjung
Kembali (Y) dan sisanya sebesar 89,8 dipengaruh oleh variabel lainnya namun tidak
diteliti dalam penelitian ini.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2053030019
Penerbit
Jakarta :
Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.,
2022